Tuntutan masyarakat akan pengelolaan anggaran negara yang transparan, akuntabel, terintegrasi, dan berbasis kinerja merupakan faktor pendorong bagi pemerintah untuk melaksanakan reformasi selain kebutuhan internal pemerintah sendiri. Sebagai pioner, Departemen Keuangan telah memulai proses reformasi sejak tahun 2004. Perubahan yang dilaksanakan mencakup aspek penataan organisasi, perbaikan proses bisnis, dan peningkatan manajemen sumber daya manusia.
Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) sebagai suatu sistem berbasis teknologi informasi ditujukan untuk mendukung pencapaian prinsip-prinsip pengelolaan anggaran tersebut. Seluruh proses yang terkait dengan pengelolaan anggaran yang meliputi penyusunan anggaran, manajemen dokumen anggaran, manajemen komitmen pengadaan barang dan jasa, manajemen pembayaran, manajemen penerimaan negara, manajemen kas dan pelaporan diintegrasikan ke dalam SPAN.
Perubahan yang paling mendasar yang diusung SPAN adalah otomasi proses bisnis yang dijalankan di Ditjen Anggaran dan Ditjen Perbendaharaan. Proses-proses yang sifatnya pengulangan (repetition) yang selama ini dilaksanakan secara manual akan diotomasi oleh sistem. Perubahan lainnya lainnya adalah:
- penggunaan database tunggal yang sebelumnya berdiri sendiri-sendiri baik di tingkat pusat, unit vertikal maupun satuan kerja
- perekaman data sekali yang sebelumnya dilaksanakan di setiap unit yang terkait, dan
- pembakuan business rules untuk semua proses serta analisis.
Perubahan yang signifikan tersebut menuntut perbaikan pada proses bisnis yang dijalankan dan perubahan pola pikir para pihak yang terlibat pada proses bisnis tersebut, baik pengguna langsung dari Departemen Keuangan (internal), maupun dari kementerian/lembaga (eksternal).
Pembangunan dan implementasi SPAN melibatkan banyak pihak baik lingkungan internal Departemen Keuangan maupun pihak eksternal seperti kementerian lembaga, Bank Indonesia dan perbankan umum. Mengingat luasnya cakupan SPAN dan banyaknya pihak-pihak yang terlibat, dibutuhkan kesepahaman dan dukungan yang kuat dari seluruh stakeholders.
Visi:Terwujudnya pengelolaan keuangan negara yang transparan dan akuntabel lalui sistem informasi manajemen keuangan yang terintegrasi.Misi:
- Mengembangkan proses bisnis secara berkelanjutan dengan mendasarkan pada praktek penyelenggaraan yang sesuai dan terbaik
- Menerapkan paket solusi yang terintegrasi untuk mendukung sistem yang aman, akurat dan handal
- Memastikan diterimanya perubahan oleh pemangku kepentingan dan memberikan solusi lengkap terhadap dampak perubahan.
Moto:dengan SPAN banyak hal bisa diselesaikan
Kebutuhan untuk memperbaharui undang-undang di bidang keuangan negara di Indonesia sudah lama ada. Sebelumnya, peraturan yang menjadi landasan pengelolaan anggaran adalah undang-undang warisan Belanda, lndische Comptabiliteitswet (1CW) tahun 1925. Undang-undang itu dibuat untuk pemerintahan kolonial yang tidak memerlukan keabsahan proses demokrasi dan pertanggungjawaban pemerintah yang menjalankannya. Undang-undang ICW dibuat di jaman di mana keterbatasan komunikasi dan informasi juga membatasi pergerakan uang tunai dan uang pinjaman. Pemerintahan Indonesia paska-Reformasi menghadapi dunia yang berbeda. Krisis ekonomi melipatgandakan utang pemerintah dan menggerus pendapatan negara, posisi fiskal Indonesia yang baik sebelum krisis ekonomi pun hilang lenyap. Akibatnya, bukan hanya situasi fiskal yang berubah, begitu juga kondisi pembuatan kebijakan publik. Lewat sudah hari-hari di mana segelintir teknokrat dapat mendikte masalah-masalah fiskal penting dan mengimplementasikannya tanpa tentangan. Keputusan tentang kebijakan fiskal sekarang harus melalui ujian-ujian yang seharusnya dalam debat-debat demokratis dan dibentuk untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang muncul dari sistem politik dan pemerintahan desentralisasi. Tuntutan-tuntutan untuk transparansi yang lebih besar dan pemberantasan korupsi harus direspon pemerintah di semua tingkatan pemerintahan, termasuk dalam perencanaan dan implementasi anggaran. Sehingga kebijakan fiskal di masa datang tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan mengurangi pengeluaran yang tidak perlu, walaupun keduanya tetap penting, tetapi akan juga memerlukan perubahan mendasar dalam cara Pemerintah Indonesia mengelola keuangan publik. Memperkuat standar-standar masalah keuangan sudah lama dijadikan prioritas utama Pemerintah. Untuk menjawab tuntutan masyarakat untuk penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan demokrasi yang lebih luas, Indonesia harus memulainya dengan manajemen keuangan publik yang lebih baik. Sementara itu, sumber-sumber pendapatan yang berkurang dan kebutuhan pengeluaran publik yang meningkat mengharuskan cara-cara baru untuk menggunakan uang masyarakat dengan bijaksana, hemat, dan transparan. Lebih lagi, desentralisasi fiskal menambahkan satu lembaran baru pada kompleksitas manajemen keuangan publik yang meminta adanya sistem manajemen keuangan publik yang baru dan lebih baik. Pada tahun 1998, Pemerintah Indonesia memulai pekerjaan untuk mereformasi sistem manajemen anggaran dan keuangan pemerintah. Dalam rangka itu, pada bulan Agustus 1998 tim perumus dibentuk oleh Menteri Keuangan untuk membuat rancangan undang-undang pembuatan anggaran, pengelolaan perbendaharaan, dan audit. Pada September 2000, Pemerintah Indonesia mengajukan tiga rancangan undang-undang hasil tim perumus ke DPR, yaitu tentang Keuangan Negara, Perbendaharaan Negara, dan Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Ketiga undang-undang ini mengandung prinsip-prinsip dasar tentang proses penganggaran pemerintah dan pengelolaan keuangan dan berfungsi sebagai dasar hukum reformasi di pengelolaan belanja publik dan lembaga di Indonesia. Prinsip-prinsip utama reformasi ini adalah:
- Pertanggungjawaban ke DPR dan ke masyarakat;
- Transparansi penuh tentang semua transaksi pemerintah;
- Memberdayakan para manajer professional untuk menghasilkan unjuk kerja optimal dari institusi-institusi pemerintah;
- Pengawasan yang kuat professional dan independen dari BPK, dan menghilangkan overlap fungsi-fungsi audit.
Untuk mengawal reformasi pengelolaan keuangan, pada April 2001 Depkeu membentuk Komite Penyempurnaan Manajemen Keuangan (KPMK) yang bertugas mengarahkan kelompok-kelompok kerja yang masing-masing bertugas hal-hal yang berhubungan dengan peningkatan manajemen keuangan pemerintah, memfasilitasi dialog dengan Legislatif mengenai rancangan-rancangan undangundang Keuangan Negara, Perbendaharaan Negara, dan Audit, dan merekomendasikan perbaikan-perbaikan organisasi, prosedur, dan sistem. Para donor internasional mendukung usaha Pemerintah dalam mereformasi pengelolaan belanja publik di Indonesia. Untuk mendukung usaha Pemerintah dalam mereformasi pengelolaan keuangan publik dan meningkatkan transparansi dan pertanggungjawaban pemakaian dana publik, termasuk dalam hal pengadaan, Bank Dunia dan ADB menulis laporan Country Financial Accountability Assessment (CFAA) dan Country Procurement Assessment Report (CPAR) di bulan Maret 2001. Kedua dokumen itu merupakan bagian dukungan Bank Dunia dan ADB dalam usaha Pemerintah untuk mereformasi manajemen sumber daya masyarakat, meningkatkan transparansi dalam masalah-masalah keuangan, dan memerangi korupsi. Pada pertemuan CGI di Tokyo (Oktober 2000), Pemerintah Indonesia membuat komitmen khusus untuk mereformasi manajemen keuangan dan sistem pengadaan sesuai dengan anjuran-anjuran di dalam CFAA dan CPAR. Sementara itu, untuk menghimpun informasi tentang dasar-dasar hukum penganggaran pemerintah dan sebagai persiapan diskusi rancangan undang-undang di DPR, dirasa perlu untuk mengorganisir workshop-workshop dan forum-forum diskusi dengan LSM-LSM, pakar-pakar dan spesialis internasional dan melakukan studi banding. Sebagai contoh, Depkeu bekerja sama dengan OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) dan Bank Dunia menyelenggarakan “Seminar tentang Acuan-Acuan Dasar Hukum untuk Penganggaran” di Jakarta, 2-3 Oktober 2001 dimana dibicarakan pengalaman-pengalaman dan best practice penganggaran. Demikian pula, OECD dan Pemerintah Belanda mensponsori Indonesia Day untuk delegasi Indonesia saat penyelenggaraan OECD-Asian Senior Budget Officials Meeting di Singapura, 19-20 November 2001. Setelahnya, dua seminar “Pengenalan Medium Term Expenditure Framework (MTEF)” dan “Peranan dari MTEF” dilaksanakan di Jakarta dengan pembira-pembicara dari ahli-ahli dan pelaku-pelaku yang berasal dari negara-negara anggota OECD. Akhirnya pada tanggal 15 April 2003, setelah mendapatkan persetujuan DPR, Undang-Undang No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara disahkan. Pasal 3 (1) menyatakan agar Keuangan Negara dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. Undang-Undang ini adalah yang pertama disahkan dari 3 rancangan undang-undang keuangan. Berikutnya Undang-Undang No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara disahkan 14 Januari 2004, dan Undang-Undang ketiga No. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan Dan Tanggung Jawab Keuangan Negara pada 19 Juli 2004. Pada saat yang sama, Pemerintah memformulasi Economic Policy Package (EPP) pada September 2003. EPP pada satu sisi bertujuan utama untuk meningkatkan secara signifikan efisiensi, transparansi dan akuntabilitas dalam manajemen keuangan publik dan penggunaan sumber daya, dan pada sisi lainnya untuk memobilisasi sumber daya melalui administrasi pendapatan. Setelah mantap dengan dasar-dasar hukum yang baru disahkan, Menteri Keuangan secara resmi mengusulkan kepada Bank Dunia tentang pendanaan modernisasi manajemen keuangan publik – kemudian akan dikenal sebagai SPAN – melalui mekanisme GFMRAP (Government Financial Management and Revenue Administration Project). Bank Dunia dengan cepat merespon usulan tersebut dengan Perjanjian Pinjaman No. LN-4762-IND tanggal 22 December 2004 yang merealisasikan keberadaan GFMRAP. Memasuki tahun 2005, PSSU (Project Services and Support Unit) yang berada di bawah Depkeu menjadi unit pengelola program GFMRAP. Bagian penting GFMRAP adalah SPAN system sebagai platform reformasi manajemen keuangan publik. Seperti namanya, SPAN dimaksudkan sebagai sistem perencanaan dan pengelolaan anggaran yang lengkap. Sistem tersebut seharusnya akan menyediakan data yang konsisten, hanya perlu di-entry sekali, dan dapat diakses dari semua 179 KPPN dan 30 Kanwil di seluruh Indonesia dan 5 kementrian pilot (akan diperluas ke semua kementrian pada fase-fase berikutnya). Walaupun SPAN akan diserahkan sebagai sistem “turn-key”, SPAN direncanakan mempunyai 5 komponen:
- COTS (Commercial-Off-The-Shelf), perangkat keras dan lunak sistem utama yang menyediakan fasilitas perencanaan dan pelaksanaan anggaran.
- Collaboration Environment, perangkat keras dan lunak yang diperlukan untuk pengguna menggunakan SPAN secara efektif.
- Wide Area Network (WAN), jaringan komunikasi eksternal yang menghubungkan ke COTS.
- Cabling, koneksi fisik di dalam setiap lokasi.
- Data Center dan Disaster Recovery Center, dimana Data Center adalah bangunan fisik tempat COTS sementara Disaster Recovery Center adalah tempat sistem backup COTS di Surabaya.
Dengan bantuan Bank Dunia, Depkeu menyiapkan dokumen Request for Proposal (RFP) yang diberi judul SPAN Bid Document. Telah disepakati bahwa pengadaan SPAN akan mengikuti standar proses pengadaan 2-tingkat dari Bank Dunia. Tingkat pertama hanya akan menilai kelayakan peserta lelang, dan kemudian tingkat kedua menilai solusi yang diusulkan. Proses yang tampaknya panjang ini dipilih karena mempertimbangkan besar dan kompleksitas sistem SPAN. Sementara itu, Profil Resiko yang dibuat tim pengadaan mengidentifikasi beberapa fungsi penting yang diperlukan untuk menyukseskan implementasi SPAN. Fungsi-fungsi tersebut termasuk perlu bergabungnya:
- Konsultan Business Process Improvement (BPI), untuk membuat proses-proses bisnis yang optimal untuk SPAN
- Konsultan Change Management & Communication (CM&C), untuk mengantisipasi dampak perubhan yang diakibatkan SPAN
- Konsultan Information & Communication Technology (ICT) Strategy, untuk mempersiapkan organisasi-organisasi TI di Depkeu dalam menyambut operasional SPAN
- Advisor Project Management, untuk memastikan ada hubungan kerja yangbaik antara kelompok-kelompok kerja SPAN
- Penyedia sistem Service Desk, untuk menyediakan fasilitas bantuan bagi pengguna dalam menggunakan SPAN
Dalam mengantisipasi dimulainya pekerjaan-pekerjaan implementasi SPAN, Pengendalian Proyek SPAN direalisasikan dengan membentuk tim RPPN (Reformasi Penganggaran dan Perbendaharaan Negara) yang diketuai oleh Menteri Keuangan. Untuk pengendalian dan pengawasan operasional, tim RPPN akan dibantu oleh tim Koordinasi Teknis. Kontrak dengan Multipolar sebagai konsultan ICT Strategy; dan Ecorys mulai bekerja sebagai konsultan BPI. Pada akhir proses lelang SPAN, LG-CNS terpilih untuk menyediakan sistem SPAN Depkeu yang modern. Kontrak implementasi SPAN ditandatangani antara Depkeu dan LG-CNS pada tanggal 10 Juli 2009. Tim pengadaan Depkeu sedang dalam proses seleksi untuk menentukan kandidat yang akan diundang untuk fungsi-fungsi Konsultan CM&C dan penyedia sistem Service Desk. Kedua fungsi tersebut baru diperlukan sebelum operasional SPAN. SPAN sudah dideklarasikan sebagai salah satu program unggulan DETIKNAS (Dewan TIK Nasional) menggambarkan besarnya komitment Pemerintah dan artinya di tingkat nasional.
Logogram ini menggambarkan tiga elemen yang memusat dan mengintegrasi sehingga membentuk sebuah bangun segitiga. Tiga elemen pada logogram menunjukan bahwa SPAN dikembangkan dan dikelola oleh tiga institusi yang berbeda, yaitu Direktorat Jendral Perbendaharaan, Direktorat Jendral Anggaran serta Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan Sekretariat Jenderal. Ketiganya adalah instansi pada Kementerian Keuangan.Tiga elemen dibedakan dengan warna yang berbeda satu sama lain. Warna logo menggunakan warna dasar yang mencermin ketiga unit eselon I Kementerian Keuangan tersebut. Warna warni ini yang diharapakan bisa menjiwai perjalanan SPAN di masa sekarang dan mendatang.Ketiga elemen tersebut bergerak ke titik pusat secara teratur sehingga membentuk bangunan segitiga untuk mensimbolkan bahwa masing-masing institusi saling berintegrasi dan bersinergi mencapai tujuan bersama secara teratur dan direncanakan. Hal ini juga sesuai dengan salah satu karakteristik SPAN, yaitu terintegrasi/terotomasi secara penuh.Logotype ini mempunyai fungsi untuk mendeskripsikan dari aktivitas yang sedang berlangsung. Dalam hal ini, aktivitas tersebut adalah sebuah sistem yang disebut SPAN. Font SPAN dirancang dengan ukuran paling besar untuk memudahkan dalam proses recognizing (pengenalan). Kemudian akronim dari SPAN dirancang lebih kecil agar tidak mendahului nama yang utama.Adapun jenis font SPAN dirancang dalam kondisi bold (tebal) dan lowercase (huruf kecil). Kondisi bold untuk menunjukan ketegasan serta konsistensi dalam menjalankan sistem yang merupakan bagian dari reformasi di bidang keuangan. Sedangkan kondisi lowercase untuk menunjukan kedinamisan dan keramahan.
TIM PENASEHAT
| Tata Suntara | Sekretaris Ditjen Perbendaharaan |
| Ari Wahyu | Sekretaris Ditjen Anggaran |
| Paruli Lubis | Direktur Transformasi Perbendaharaan |
| Rakhmat | Direktur Sistem Penganggaran |
| Tri Buwono Tunggal | Direktur Pelaksanaan Anggaran |
| Rudi Widodo | Direktur Pengelolaan Kas Negara |
| Yuniar Yanuar Rasyid | Direktur Akuntasi dan Pelaporan Keuangan |
| Hari Utama Ribowo | Direktur Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum |
| Anandi Wati | Direktur Sistem Manajemen Investasi |
| Abdul Rahman Ritonga | Direktur Sistem Perbendaharaan |
| Parluhutan Hutahaean | Direktur Anggaran I, DJA |
| Bambang Djasminto | Direktur Anggaran II, DJA |
| Sambas Mulyana | Inspektur III Itjen Kemenkeu |
| Direktur Anggaran III, DJA | |
NARASUMBER | |
| Hari Noegroho | Narasumber dalam rangka reformasi proses bisnis dan teknologi informasi pada SPAN |
| Milagros V. Gregorio | GFMRAP Projest Management Advisor |
| Hari Purnomo | World Bank Task Team |
| Suresh Gummalam | World Bank Task Team |
| Jonas Fallov | World Bank Task Team |
TIM KOORDINASI TEKNIS
| Paruli Lubis | Direktur Transformasi Perbendaharaan, DJPBN |
| Rakhmat | Direktur Sistem Penganggaran. DJA |
| Sri Hartati | Pj. Kepala PUSINTEK, Setjen Depkeu |
SUB TIM TEKNOLOGI INFORMASI
| Kasubdit TSA Dit. Transformasi Perbendaharaan DJPBN | |
| Afrizal | Kasubdit Teknologi Informasi Penganggaran Dit Sistem Penganggaran DJA |
| Kasubdit Pengembangan Aplikasi Dit. SP DJPBN | |
| Kabid Pengelolaan TIK Pusintek | |
| Kasubdit Pengembangan Aplikasi DSP | |
| Kabid Perencanaan dan Kebijakan TIK Pusintek | |
| Kasi Pengembangan Aplikasi A Subdit Pengembangan Aplikasi Dit. SP DJPBN | |
| Kasubbid Perencanaan dan Arsitektur TIK Pusintek | |
| Kasubbid Layanan Pengguna Pusintek | |
| Kasi Pengembangan Aplikasi B Subdit Pengembangan Aplikasi Dit. SP DJPBN | |
| Kasi Pengembangan Aplikasi C Subdit Pengembangan Aplikasi Dit. SP DJPBN | |
| Kasi Pengembangan Aplikasi D Subdit Pengembangan Aplikasi Dit. SP DJPBN | |
| Kasi Basis Data Penganggaran Subdit TIP Dit. Sistem Penganggaran DJA | |
| Prih Haryanta | Kasi TSA I subdit TSA Dit. Transformasi Perbendaharaan DJPBN |
| Poppy Widiastuti | Kasi TSA II subdit TSA Dit. Transformasi Perbendaharaan DJPBN |
| Kasi TSA III subdit TSA Dit. Transformasi Perbendaharaan DJPBN | |
| Ridwan Mukti Kencana | Pelaksana pada Dit Sistem Penganggaran DJA |
| Hendra Lesmana | Pranata Komputer pada Pusintek |
| Batara Sitorus | Pelaksana pada Pusintek |
| Irwan Suliantoro | Pranata Komputer Muda pada DJA |
| Dody Triwibowo | Pranata Komputer Muda pada DJA |
| Uud Dinullah Ahmad | Pranata Komputer Muda pada DJA |
| Yuliardi Muliawan | Pelaksana pada Dit. SP DJPBN |
| Taraf Kurniawan | Pelaksana pada Dit. TP DJPBN |
| Miesbaqoel Moenir | Pelaksana pada Dit. TP DJPBN |
| Dhika Harlian Utama | Pelaksana pada Dit. TP DJPBN |
| Ni Putu Aryanti Kamadeni | Pelaksana pada Dit. TP DJPBN |
| Dieny Sukmiati | Pelaksana pada Dit. TP DJPBN |
| Fajrialshah Amarul Haq | Pelaksana pada Dit. TP DJPBN |
| Wisnu Ariadin | Pelaksana pada Dit. TP DJPBN |
| Prodho Praharanto | Pelaksana pada Dit. TP DJPBN |
| M. Heru Akhmadi | Pelaksana pada Dit. TP DJPBN |
| Isnain Fikriansyah | Pelaksana pada Dit. TP DJPBN |
| Nahwani | Pelaksana pada Dit. TP DJPBN |
| Yohanes Probo Satrio | Pelaksana pada Dit. TP DJPBN |
| Setia Parasian | Pelaksana pada Dit. TP DJPBN |
SUBTIM INFRASTRUKTUR TEKNOLOGI INFORMASI | |
| Rinardi | Kasubdit TTI Dit. TP DJPBN |
| Kabid Operasional TIK Pusintek | |
| Kabid Pengembangan Sistem Informasi Pusintek | |
| Kasubdit Pengelolaan Basis Data dan Dukungan TI Dit. SP DJPBN | |
| Kabag Umum Set DJPBN | |
| Kabag Keuangan Set DJPBN | |
| Kasi Penyajian Informasi Penganggaran Subdit TIP Dit SP DJA | |
| Kasi Duktek ITI Subdit TIP DJA | |
| Kasi Transformasi Komunikasi dan Basis Data Subdit TTI Dit TP DJPBN | |
| Kasi Transformasi Perangkat Keras Subdit TTI Dit TP DJPBN | |
| Kasi Transformasi Perangkat Lunak Subdit TTI Dit TP DJPBN | |
| Kasi Analisis Data Subdit Pengelolaan Basis Data dan Duk. TI Dit SP DJPBN | |
| Kasi Pengelolaan Basis Data Subdit Pengelolaan Basis Data dan Duk. TI Dit SP DJPBN | |
| Kasi Komunikasi Data Subdit Pengelolaan Basis Data dan Duk. TI Dit SP DJPBN | |
| Kasi Duktek Perangkat Keras Subdit Pengelolaan Basis Data dan Duk. TI Dit SP DJPBN | |
| Kasubbid Perancangan Jaringan Pusintek | |
| Kasi Basis Data Penganggaran Subdit TIP Dit SP DJA | |
| Dedy Wahyu Winoto | Pelaksana pada Dit. Transformasi Perbendaharaan DJPBN |
| Sigit Hardhiyono | Pelaksana pada Dit. Transformasi Perbendaharaan DJPBN |
| Teguh Prasetyo | Pelaksana pada Dit. Transformasi Perbendaharaan DJPBN |
| Moh. Ardan Wajidi | Pelaksana pada Dit. Transformasi Perbendaharaan DJPBN |
| Undip Yutoto Adi Nugroho | Pelaksana pada Dit. Transformasi Perbendaharaan DJPBN |
| Risvan Ardiansyah | Pelaksana pada Dit. Transformasi Perbendaharaan DJPBN |
| Siswo Nugroho | Pelaksana pada Dit. Transformasi Perbendaharaan DJPBN |
| Supyan Setiyo Budi | Pelaksana pada Dit. Transformasi Perbendaharaan DJPBN |
| Bayu Prasetya Basuki | Pelaksana pada Dit. Transformasi Perbendaharaan DJPBN |
| Ranto Pakpahan | Pelaksana pada Dit. Transformasi Perbendaharaan DJPBN |
| Misbakhul Munir | Pelaksana pada Dit. Transformasi Perbendaharaan DJPBN |
SUBTIM TATA KELOLA PERUBAHAN
| Saiful Islam | Kasubdit Transformasi Proses Bisnis Internal Dit Transformasi Perbendaharaan DJPBN |
| Kasubdit Harmonisasi Peraturan Jaminan Sosial Dit. HPP DJA | |
| Kasubdit Harmonisasi Penganggaran Dit. HPP DJA | |
| Ludiro | Kabag Administrasi Kepegawaian DJPBN |
| Sahat M.T Panggabean | Kabag Pengembangan Pegawai DJPBN |
| Didyk Choiroel | Kabag Organisasi dan Tata Laksana DJPBN |
| Kabag Kepegawaian DJA | |
| Meriyam Megia Shahab | Kabag Organisasi dan Tata Laksana DJA |
| Kasubbag Umum Kepegawaian Set DJA | |
| Kasubbag Organisasi Bag. OTL DJA | |
| Kasubbag Kepatuhan Internal Bag KBIH Set DJA | |
| Kasubbag Organisasi dan Kepegawaian Bag. TU Pusintek | |
| Kasubbid Bina Kepatuhan dan Manajemen Risiko TIK Bid. Perenc. dan Kebij TIK Pusintek | |
| Kasubbag Pengembangan Pegawai Bag. Kepegawaian DJA | |
| Kasubbag AKKP Bag Adm Kepegawaian Set DJPBN | |
| Kasubbag Mutasi Kepegawaian Bag Adm Kepegawaian Set DJPBN | |
| Kasubbag Pengembangan Kompetensi Bag Adm Kepegawaian Set DJPBN | |
| Kasubbag Pengembangan Kompetensi Bag. Pengembangan Pegawai Set DJPBN | |
| Kasubbag Pengelolaan Program Diklat Bag. Pengembangan Pegawai Set DJPBN | |
| Kasubbag Organisasi Bag. OTL Set DJPBN | |
| Kasubbag PKP Bag. OTL Set DJPBN | |
| Kasubbag Aklap Bag. Keuangan Set DJPBN | |
| Iwan Teguh Setiawan | Kasi Transformasi Organisasi Subdit TPBI Dit. TP DJPBN |
| Ira Meilani Alwi | Kasi Transformasi SDM Subdit Duktrans Dit. TP DJPBN |
| Rianto Hadi Jatmiko | Pelaksana pada Dit. Transformasi Perbendaharaan DJPBN |
| Ramli Usman | Pelaksana pada Dit. Transformasi Perbendaharaan DJPBN |
| Anang Arief Indiyatno | Pelaksana pada Dit. Transformasi Perbendaharaan DJPBN |
| Petter Ibnu Christianto | Pelaksana pada Dit. Transformasi Perbendaharaan DJPBN |
| Anwar Sadat | Pelaksana pada Dit. Transformasi Perbendaharaan DJPBN |
| Rany Fitriani | Pelaksana pada Dit. Transformasi Perbendaharaan DJPBN |
| Adhi Kus Setyafitrinugroho | Pelaksana pada Dit. Transformasi Perbendaharaan DJPBN |
| Purwo Widiarto | Pelaksana pada Bag pengembangan Pegawai Set. DJPBN |
| Mujono Basuki | Pelaksana pada Subbag Organisasi Bag. OTL Set. DJA |
| Ihsan Maulana | Pelaksana pada Subbag Pelaporan Bag. OTL Set. DJA |
| Aris Rismanto | Pelaksana pada Bag Kepegawaian Set. DJA |
| Joos Meikhel Gaghenggang | Pelaksana pada Bid. Layanan dan Dukungan TI Pusintek |
| Nugroho Juli Purnama | Pelaksana pada Dit. Transformasi Perbendaharaan DJPBN |
SUB TIM PROSES BISNIS
| Sudarto | Kasubdit Transformasi Proses Bisnis Eksternal, Dit TP, DJPBN |
| Made Arya Wijaya | Kasubdit Transformasi Sistem Penganggaran, DJA |
| Kabag Sistem Informasi Pengawasan Setitjen Kemenkeu | |
| Kasubdit Kekayaan Negara Negara Dipisahkan I, Dit. KN DJKN | |
| Kasubdit Pelaksanaan Transfer I, Dit. Dana Perimbangan DJPK | |
| Kasubdit Setelmen Transaksi, Dit. EAS, DJPU | |
| Kasubdit Pembinaan dan Pengembangan Pelaksanaan Anggaran, Dit. PA, DJPBN | |
| Kasubdit Perencanaan dan Pengendalian Kas, Dit. PKN, DJPBN | |
| Kasubdit Rekening Kas Umum Negara, Dit PKN, DJPBN | |
| Kasubdit Rekening Kas Negara, Dit. PKN, DJPBN | |
| Kasubdit Penerimaan Negara, Dit. PKN, DJPBN | |
| Kasubdit Sistem Akuntansi, Dit. APK, DJPBN | |
| Kasubdit Standar Akuntansi Pemerintah, Dit. APK, DJPBN | |
| Kasubdit Akuntansi KUN, Dit. APK, DJPBN | |
| Kasubdit Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan I, Dit. SP, DJPBN | |
| Kasubdit Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan II, Dit. SP, DJPBN | |
| Kasubdit Tarif, Remunerasi, dan Informasi BLU, Dit. PPKBLU, DJPBN | |
| Kasubdit Peraturan dan Standarisasi Teknis BLU, Dit. PPKBLU, DJPBN | |
| Kasubdit Verifikasi, Setelmen, Akuntansi dan Pelaporan, Dit. SMI, DJPBN | |
| Kasubdit Perencanaan, Kelembagaan dan Evaluasi, Dit. SMI, DJPBN | |
| Kasubdit Pelaporan Keuangan BUN, Dit. TP, DJPBN | |
| Kasi Transformasi Proses Bisnis Eksternal I, Subdit TPBE, Dit.TP, DJPBN | |
| Kasi Transformasi Proses Bisnis Eksternal II, Subdit TPBE, Dit.TP, DJPBN | |
| Kasi Transformasi Proses Bisnis Eksternal III, Subdit TPBE, Dit.TP, DJPBN | |
| Kasi Transformasi Proses Bisnis Internal I, Subdit TPBI, Dit.TP, DJPBN | |
| Kasi Transformasi Proses Bisnis Internal II, Subdit TPBI, Dit.TP, DJPBN | |
| Kasi Transformasi Proses Bisnis Internal III, Subdit TPBI, Dit.TP, DJPBN | |
| Kasi Perencanaan Sistem Penganggaran, Subdit TSP, Dit. SP, DJPBN | |
| Kasi Proses Bisnis Penganggaran, Subdit TSP, Dit. SP, DJPBN | |
| Kasi Penerapan Sistem Penganggaran, Subdit TSP, Dit. SP, DJPBN | |
| Kasi Klasifikasi Anggaran, Subdit TSP, Dit. SP, DJPBN | |
| Kasi Pelaporan Keuangan Pembiayaan, Subdit PKBUN, Dit. TP, DJPBN | |
| Kasi Pelaporan Keuangan Belanja dan Transfer, Subdit PKBUN, Dit. TP, DJPBN | |
| Kasi Pelaporan Keuangan BUN Lainnya, Subdit PKBUN, Dit. TP, DJPBN | |
| Kasi Konsolidasi Laporan Keuangan BUN, Subdit PKBUN, Dit. TP, DJPBN | |
| Ika Istakariana | Auditor Muda pada Inspektorat III, Itjen Kemenkeu |
| Angga Junaimi | Pelaksana pada Sekretariat Itjen Kemenkeu |
| Windasena Winarno | Pelaksana pada Dit Transformasi Perbendaharaan, DJPBN |
| Pramudia Mulyono Muslim | Pelaksana pada Dit Transformasi Perbendaharaan, DJPBN |
| I Putu Danny Hadi Kusuma | Pelaksana pada Dit Transformasi Perbendaharaan, DJPBN |
| Linggo Supranggono | Pelaksana pada Dit Transformasi Perbendaharaan, DJPBN |
| Agus Hendartono | Pelaksana pada Dit Transformasi Perbendaharaan, DJPBN |
| Dicky Zahkria Iman | Pelaksana pada Dit Transformasi Perbendaharaan, DJPBN |
| Haris Roseno | Pelaksana pada Dit Transformasi Perbendaharaan, DJPBN |
| Rudy Iskandar | Pelaksana pada Dit Transformasi Perbendaharaan, DJPBN |
| Rizky Diananto | Pelaksana pada Dit Transformasi Perbendaharaan, DJPBN |
| Kholid Harisfauzi | Pelaksana pada Dit Transformasi Perbendaharaan, DJPBN |
| Johan Pandu Asa | Pelaksana pada Dit Transformasi Perbendaharaan, DJPBN |
| Sutarman | Pelaksana pada Dit Transformasi Perbendaharaan, DJPBN |
| Rahadian Setyo Noegroho | Pelaksana pada Dit Transformasi Perbendaharaan, DJPBN |
| Bonny Adam | Pelaksana pada Dit Transformasi Perbendaharaan, DJPBN |
| Arif Kurniawan | Pelaksana pada Dit Transformasi Perbendaharaan, DJPBN |
| Hafez Aditya | Pelaksana pada Dit Transformasi Perbendaharaan, DJPBN |
| Ageng Rian Adrianto | Pelaksana pada Dit Transformasi Perbendaharaan, DJPBN |
| Isti'anah | Pelaksana pada Dit Transformasi Perbendaharaan, DJPBN |
| Raden Suhartiyana | Pelaksana pada Dit Transformasi Perbendaharaan, DJPBN |
SEKRETARIAT
| Denny F. Singawiria | Kasubdit Dukungan Tranformasi Perbendaharaan, DJPBN |
| Eko Sulistijo | Kasi Perencanaan, Pengendalian dan Pelaporan Subdit Duktrans, DJPBN |
| Herbudi Adrianto | Kasi Sarana dan Dukungan Jasa, Subdit Duktrans, DJPBN |
| Lasmaria Manurung | Kasi Pelaksanaan Pendanaan dan Verifikasi Pendanaan, Subdit Duktrans, DJPBN |
| Mas'ud | Kasubbag TU, Subdit Duktrans, DJPBN |
| Dertina Yuniati | Pelaksana Dit. Transformasi Perbendaharaan, DJPBN |
| Khabib | Pelaksana Dit. Transformasi Perbendaharaan, DJPBN |
| Damar Mintasih | Pelaksana Dit. Transformasi Perbendaharaan, DJPBN |
| Priyanto | Pelaksana Dit. Transformasi Perbendaharaan, DJPBN |
| Bambang Usmantoro | Pelaksana Dit. Transformasi Perbendaharaan, DJPBN |
| Pujo Hardono | Pelaksana Dit. Transformasi Perbendaharaan, DJPBN |
| Harwanto | Pelaksana Dit. Transformasi Perbendaharaan, DJPBN |
| Ibrahim | Pelaksana Dit. Transformasi Perbendaharaan, DJPBN |
| M. Nasir | Pelaksana Dit. Transformasi Perbendaharaan, DJPBN |
| Faridawati | Pelaksana Dit. Transformasi Perbendaharaan, DJPBN |
| Nurhayati | Pelaksana Dit. Transformasi Perbendaharaan, DJPBN |
| Aulia Ichsan | Pelaksana Dit. Transformasi Perbendaharaan, DJPBN |
| Rio Hermawanto | Pelaksana Dit. Transformasi Perbendaharaan, DJPBN |
| Raden Ruhata | Pelaksana Dit. Transformasi Perbendaharaan, DJPBN |
| Tatas Yogas Baktilugina | Pelaksana Dit. Transformasi Perbendaharaan, DJPBN |
| Sri Rahayuningsih | Pelaksana Dit. Transformasi Perbendaharaan, DJPBN |
