Workshop Budaya Organisasi: Satu Hati Satu Aksi Mewujudkan Ditjen Perbendaharaan yang Mampu dan Terpercaya
Laporan Singkat Pelaksanaan Kegiatan Workshop Budaya Organisasi DJPBN di Bogor (Bogor) Sebagai kelanjutan dari proses penyusunan draft budaya organisasi di Lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang merupakan rangkaian proses menuju internalisasi budaya organisasi, Ditjen Perbendaharaan melalui tim penyusun budaya organisasinya melaksanakan Workshop Finalisasi Penyusunan Draft Budaya Organisasi. Acara tersebut dibuka oleh Sekretaris Ditjen Perbendaharaan, K.A.Badaruddin dan dihadiri beberapa peserta yang terdiri dari Tim Penyusun Budaya Organisasi DJPBN, perwakilan dari beberapa Kanwil/ KPPN,  beberapa targeted persons, 3 orang pemenang opini budaya organisasi di website, serta dihadiri pula oleh undangan dari Biro Organta Setjen Kemenkeu, Biro SDM Setjen Kemenkeu, dan juga dari Pushaka. Dalam sambutan pembukaan mewakili Dirjen Perbendaharaan, Sekretaris Ditjen Perbendaharan, K.A Badarudin berpesan supaya setiap peserta workshop dapat memberikan sumbangan masukan baik kritik maupun saran yang membangun dalam finalisasi draft Budaya Organisasi DJPBN. Karena budaya organisasi DJPBN merupakan nilai-nilai yang digali dari akar rumput di lingkungan kerja Ditjen Perbendaharaan dan bukan semata-mata ditetapkan dari atas (Top Down). Budaya Organisasi didasarkan dengan memperhatikan aspirasi dari struktur di bawah dan juga tuntutan eksternal terhadap Ditjen Perbendaharaan. Dengan budaya organisasi yang disepakati, diharapkan DJPBN mampu menjadi organisasi yang kuat dan modern sejajar dengan organisasi-organisasi lain yang memiliki budaya organisasi yang solid. Workshop Penyusunan Draft Budaya Organisasi yang dilaksanakan tanggal 9-11 Agustus 2010 di Hotel Mirah Bogor mengambil tema “Satu Hati, Satu Aksi Mewujudkan Ditjen Perbendaharaan yang Mampu dan Terpercaya”. Diawali dengan pemamparan dasar teori dan analogi yang digunakan untuk survey dan analisis data oleh Bayu Setiadji (GML Performance Consultant) dan kemudian dilanjutkan pemaparan tentang pentingnya budaya organisasi DJPBN terkait dengan RPPN (Reformasi Perbendaharaan dan Penganggaran Negara) oleh Saiful Islam, Kasubdit TPBI Dit.TP. Dalam workshop budaya organisasi tersebut juga disampaikan pandangan umum para peserta serta membahas tentang  nilai budaya, definisi dan indikator perilaku yang sudah dihasilkan tim budaya organisasi DJPBN, yang dipandu oleh  Tonny W. Poernomo, Kasubag Pengembangan Kompetensi. Di hari kedua workshop, dilakukan diskusi yang membahas nilai-nilai budaya organisasi yang sudah disarikan dalam draft nilai-nilai utama budaya organisasi DJPBN oleh tim budaya organisasi yang dikembangkan berdasar pandangan umum dan masukan yang telah disampaikan para peserta workshop pada hari sebelumnya. Antusiasme para peserta Workshop Budaya Organisasi DJPBN dapat terlihat dari banyaknya masukan, saran dan kritik yang dihimpun oleh Tim Penyusun Budaya Organisasi di sepanjang acara tersebut. Saran dan kritik banyak bermunculan terutama ditujukan hasil perumusan nilai nilai utama budaya, yaitu Inovatif, Kemitraan, Akuntabel, Konsisten, dan Profesional, baik terhadap definisi, indikator perilaku, maupun pemilihan kata dari nilai-nilai utama tersebut. Pemilihan tagline juga merupakan isu yang hangat saat pembahasan draft budaya organisasi. Dan agenda akhir acara juga dilakukan sedikit pembahasan mengenai rencana strategi internalisasi budaya organisasi tersebut di tubuh DJPBN.  (peter ibnu)

Beri Peringkat :

Your rating: None Average: 2 (2 votes)

Beri Komentar

Silakan login atau daftar dulu untuk mengirim komentar

Komentar Anda :

Sudah tepat utk membicarakan

Sudah tepat utk membicarakan kt ditengah tantangan dan perubahan yg tengah terjadi saat ini. saya berharap agar budaya organisasi DJPBN tidak hanya dibahas dan disusun dalam konsep dan keputusan namun bagaimana budaya organisasi itu itu bs diinternalisasikan kedalam penerapan nyata pelaksanaan kerja di DJPBN......smg tidak menjadi slogan semata karena saat ini bnyk konflik internal organisasi dalam tubuh DJPBN sendiri yg membuat kt dibawah jd bingung dan bimbang smg kedepan akan semakin mantap lagi walau terdapat perbedaan namun hal itu tidak menjadi hambatan karena pasti kt bnyk sekali perbedaan karena kantor kt tersebar samapai kepelosok nusantara dan dari semngat kebersamaan dan kesatuan ini lah yg perlu kt utamakan dalam membangun organiasi DJPBN semakin mampu dan terpercaya karena semngat kebersamaan dan semnagt kerjasama dalam perbedaan..semgoa DJPBN semakin jaya

Kami mohon agar kedepan

Kami mohon agar kedepan Bapak-bapak dari kantor pusat plening rekruitment atau permutasian harus berjalan seimbang, karena dilihat dari manusiawi jangan dibawah dianggap hewan ternak persoalanya yang muncul sekarang hanya pejabat eselon I, II, III, IV dan Prodip saja yang diperhatikan, tetapi non Prodip sepertinya tidak pernah diperhatikan rekruit maupun mutasi hal ini sangat riskan/ironis, bagi non Prodip se Indonesia untuk sementara mohon diperhatikan kembali, kalau kita melihat bahwa di DJP dan DJBC permutasian berjarjalan efektif/standar tidak ada klasipikasih permutasian, numun kita pandang bahwa satu kementrian Keuangan koh birokrasinya janggal, kami mengkritisih hal ini karena di Dirjen BPN hati Bapak-bapak sepertinya masih tidur nyenyak, KPPN percontohan saja masih ada perbedaan apalagi mutasih dan seterusnya hal yang tidak mungkin, sekarang sudah masuk ujih petik SPAN 2011 tinggal sebulan lagi..........kami pernah mintah pindah menggunakan biaya sendiri ke Kanwil Prop NTT Kupang sudah 2 Tahun tidak ada kabar berita dan tidak dilaiyani, tidak tahu entah kenapa? .... mohon.......

DJPB di-planning, jangan dari

DJPB di-planning, jangan dari atas ke bawah saja akan tetapi dari bawah ke atas juga perlu di-planning secara baik agar kedepan Organisasi DJPBN semakin baik dan solid serta tidak akan goyah kalau ada tantangan seperti sekarang yang sedang terjadi di DJP. Solusinya adalah managemen kerja yang bagus, tidak ada tumpang tindih, proses administrasi rapi serta managemen kerja dari atas kebawah seperti air sungai yang mengalir tidak ada hentinya. Filosofi seperi di atas antara lain: 1. Komando kerja sama yang sudah di-planning secara baku 2. Sistim administrasi yang tersusun rapi. 3. Rasa kekompakan diibaratkan sepertinya pada satu arah dan tidak berlawanan. 4. Sistem mutasi tidak pada pejabat saja tetapi ada pemerataan antara pejabat dan bawahan dan berlaku seiring sejalan. 5. Tidak ada pegawai yang paling istimewa di antara yang lain. 6. Ada perhatian untuk pegawai yang berasal dari Non Prodip maupun Prodip.

Tema Budaya Organisasi yang

Tema Budaya Organisasi yang tampak pada tulisan tentang "Satu Hati,Satu Aksi Mewujudkan Ditjen Perbendaharan yang Mampu dan Terpercaya" Menurut kami tidak benar karena wujud dari pada Satu Hati dan Satu Aksi Ditjen Perbendaharaan yan Mampu dan terpercaya sekarang tidak jelas. Alasannya dikotomi antara non prodip dan prodip, kelihatannya tidak kompak karena ada kesenjangan. Masalah ini terjadi semata-mata dari atas membangun pondasi perencanaan yang tidak pas sehingga pemerataan pembangunan tidak merata. Siapa sebenarnya konsultan itu? Kalau DJPBN mau seperti topik diatas harus melalui penelitian yang matang agar kajian akan bermakna bagi kita secara keseluruhan DJPBN.

Bagikan Artikel Ini :

IT - Aplikasi

Cari tahu jawabannya di halaman  F.A.Q.