Seperti Apa Budaya Organisasi Kita (DJPBN) ?
Jawaban dari tiap individu pasti akan berbeda-beda karena budaya bukan ilmu pasti seperti dua dikali dua sama dengan empat. Bicara budaya berarti bicara rasa. Rasa dari tiap tiap individu ini yang akan menghasilkan nilai-nilai normatif yang kemudian terhimpun menjadi Budaya Organisasi. Mengingat organisasi kita memiliki diversifikasi lingkungan kerja dan diversifikasi SDM, memang tidak mudah untuk merumuskan Budaya Organisasi DJPBN. Disisi lain, disadari atau tidak, kesuksesan dan kegagalan sebuah organisasi mengakar pada budayanya. Menyadari pentingnya peranan budaya organisasi, riset telah dilakukan terhadap sampel pegawai DJPBN untuk mencoba menggambarkan Budaya Organisasi DJPBN secara utuh. Harapan kami, gambaran Budaya Organisasi ini bermanfaat sebagai alat bagi para manajer dalam pengambilan kebijakan. [attachments docid=1763 force_saveas="0" logged_users="0"]

Beri Peringkat :

Your rating: None Average: 2 (6 votes)

Beri Komentar

Silakan login atau daftar dulu untuk mengirim komentar

Komentar Anda :

rasa dan raga

Budaya , budi dan daya kalau ini kita satukan jadilah ia sebuah bangunan yg kokoh , setiap manusia pasti punya rasa dan ketika rasa itu ber energi jadilah ia sebuah kekuatan, kekuatan yg dapat menembus setiap ketebalan rintangan. Namun jangan lupa bahwa suatu kekuatan untuk memperbaiki keadaan dari sebuah organisasi butuh energi penuh, nah itulah dukungan dari semua kita
SPAN tanpa kita semua tidak ada artinya. pergerakan itulah SPAN ibarat sampan kalau kita sendiran mendayungnya pastilah kecapekan tapi kalau banyak orang pastilah membawa kemudahan. semoga Allah swt. memberikan kekuatan untuk mengabdi pada organisasi yg kita cintai ini. amin...
Salam Transformasi untuk kita semua.

dsu kppn solok sumbar

Semakin ke depan budaya

Semakin ke depan budaya organisasi kita telah mengalami banyak perubahan. di awal-awal reformasi birokrasi perubahan memang masih mengalami kendala-kendala yang diakibatkan ketidaksiapan para pegawai sendiri. Namun seiring berjalannya waktu dan gaung dari semangat reformasi birokrasi itu sendiri semua menyadari kalau semua pihak harus mendukung perubahan, meninggalkan budaya yang lama dan menjalankan budaya organisasi yang baru. Budaya organisasi yang lebih bermartabat, bekerja cepat, tepat, cerdas dan penuh keikhlasan dalam team work yang handal dan solid.

Keadaan itu dulu waktu masa

Keadaan itu dulu waktu masa kita belum mereformasi birokrasi dan etos kerja, itupun karena kurangnya sosialisasi tentang artinya keberhasilan suatu organisasi yang sifat pekerjanya seperti ban berjalan mulai dari hulu sampai kehilir, mulai dari eselon yang terendah sampai ke yang tertinggi, dari daerah sampai ke pusat demikian juga sebaliknya. Penyebab lainnya kita sudah sama-sama tahu. Kita harapkan dengan adanya DitTP dapat semakin mempercepat perubahan etos kerja tapi jangan lupa perilaku.

di lingkungan DJPBN masih

di lingkungan DJPBN masih kurang adanya rasa kebersamaan sehingga di lapangan sering kali ada kesan personality merasa apa yang menjadi tanggungjawabnya telah selesai dianggap tugas perkerjaannya selesai ,dalam kenyataan sebenarnya tidak demikian karena satu seksi dengan lainnya masih saling berkaitan untuk menghasilkan suatu output kerja yang optimal, contoh suatu kesalahan di satu seksi tentunya akan berpengaruh/berdampak juga terhadap hasil kerja di seksi lainnya hal ini terkadang masih kurang dirasakan oleh personal yang ada terlebih masih ada pandangan yang keliru akan arti pentingnya suatu laporan sebagai hasil ankhir dari proses kegiatan dalam suatu organisasi di lingkup DJPBN itu sendiri.

Bagikan Artikel Ini :

IT - Provider

Cari tahu jawabannya di halaman  F.A.Q.