Seminar Internasional : Fitur utama dari SPAN adalah otomatisasi

Direktorat Jenderal  Perbendaharan bekerjasama dengan The World Bank, pada tanggal 11 November 2015, menyelenggarakan seminar internasional yang mengangkat tema “Unleashing The Potential Of Financial Management Information System for Improved Government Effectiveness”.  Penyelenggaraan seminar internasional tersebut dilaksanakan di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan , dan dilaksanakan sebagai satu rangkaian dalam kegiatan Hari Oeang Tahun 2015 dan Rapimnas Direktorat Jenderal Perbendaharaan.  Narasumber yang dihadirkan dalam seminar internasional ini adalah pakar manajemen keuangan public yang ternama di dunia internasional, yang juga konsultan dari IMF, Suhash Joshi, Suresh Gumalam, Kementerian Keuangan Vietnam dan Direktur SITP Ditjen Perbendaharaan.  Dalam seminar ini, diundang para seluruh pejabat eselon I Kementerian Keuangan dan pejabat lain yang terkait, anggota DPR, DPD, perwakilan Kementerian/Lembaga, lembaga auditor internal dan eksternal pemerintah (BPK dan BPKP), Bappenas, kalangan perbankan, akademisi, beberapa perusahaan yang menerapkan ERP (PGN, Pelindo, Pertamina), Duta Besar beberapa Negara sahabat, Country Director The World Bank Indonesia, pimpinan lembaga internasional seperti IMF, OECD, JICA, dan pemerintah daerah, konsultan SPAN serta project management SPAN.

Tujuan seminar internasional ini adalah untuk memberikan wawasan  kepada peserta seminar mengenai berbagai pengalaman dalam implementasi Integrated Financial Management Information System (FMIS) di Indonesia dan berbagai negara, khususnya untuk memelihara, mengoperasionalkan dan mengembangkan SPAN di masa mendatang.

Dalam penyampaian Keynote Speech nya, Menteri Keuangan Republik Indonesia,  Bambang Brodjonegoro menyampaikan bahwa fitur utama dari SPAN adalah otomatisasi, yang mendukung penelusuran jejak audit, dimaksudkan untuk meningkatkan transparansi dalam manajemen keuangan Negara.  SPAN mengintegrasikan beberapa sub-modul untuk manajemen keuangan negara.  Dengan menggunakan model SPAN, Kementerian Keuangan akan terus memperbaiki manajemen keuangan publik, dari tahap perencanaan dan penyusunan anggaran, perbendaharaan negara, pajak, serta bea dan cukai.  Pengembangan SPAN akan terus dilaksanakan untuk mendukung tercapainya visi Ditjen Perbendaharaan dan Visi Kementerian Keuangan. 

Saat ini, SPAN sudah diimplementasikan pada Direktorat Jenderal Anggaran, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan, termasuk kantor vertikalnya yang mencakup Kanwil Ditjen Perbendaharaan dan KPPN di seluruh Indonesia, dengan lebih dari 3,600 user licenses yang melayani lebih dari 24,000 satuan kerja. (tdp)

Beri Peringkat :

Your rating: None Average: 2.3 (3 votes)

Beri Komentar

Silakan login atau daftar dulu untuk mengirim komentar

Komentar Anda :

Bagikan Artikel Ini :

Apa saja tahapan/fase tersebut?

Cari tahu jawabannya di halaman  F.A.Q.