Microsoft Excel Macro dan Implementasi SPAN

Pada saat dilaksanakannya User Acceptance Test SPAN, Integration Test SPAN, penyiapan data awal sampai dengan piloting SPAN, diperlukan alat bantu yang berfungsi untuk mengotomasi proses penyempurnaan data awal, manipulasi data dan penggandaan data pengujian aplikasi SPAN. Hal ini diperlukan untuk memudahkan Subdit Tranformasi Sistem Aplikasi, Direktorat TP dalam melaksanakan kegiatan tersebut. Alat bantu yang digunakan terbilang sederhana karena merupakan bagian dari aplikasi perkantoran yang biasa kita gunakan sehari-hari yaitu Microsoft office excel.

Microsoft Office excel menyediakan fasilitas macro, yang digunakan untuk membuat dan atau merekam perintah dengan menggunakan bahasa VBA (Visual Basic for Application).VBA sendiri merupakan turunan dari bahasa pemrograman VB (Visual Basic). VBA berbeda dengan VB, dimana VB menyediakan kompleksitas pemrograman yang lebih kompleks sehingga dapat menghasilkan aplikasi yang dapat dijalankan pada Sistem Operasi Windows, sedangkan VBA hanya dapat digunakan pada Microsoft Office untuk memerintahkan aplikasi dimaksud melakukan serangkaian obyek terprogram. VBA pertama kali dirilis pada tahun 1993 dan versi terakhir adalah versi 7 yang dirilis bersamaan dengan Microsoft Office 2010.

Dalam menggunakan macro ini, pengguna dapat menuliskan kode perintah secara langsung dengan menggunakan Visual Basic Editor (VBE), yang terdiri dari jendela untuk menuliskan kode perintah, kode debugging, dan monitor yang berkaitan dengan aplikasi. Dengan menggunakan macro ini pengguna dapat mengotomasi tugas-tugas seperti format, pengelompokan data dan melakukan proses perhitungan matematika kemudian mengembalikan hasilnya kembali ke spreadsheet.

Contoh penggunaan macro yang lebih spesifik dalam kaitannya dengan implementasi SPAN adalah penggunaan macro pada saat proses cleansing data awal supplier dan kontrak. Sejak tahun 2013 Direktorat Transformasi Perbendaharaan (Direktorat TP) meminta kepada KPPN agar mengirimkan data supplier tipe 1 s.d 7 dan data kontrak secara bulanan. Semua data tersebut dapat dihasilkan oleh KPPN dari Aplikasi SP2D dengan menggunakan menu unduh data supplier dan kontrak dalam bentuk output Microsoft Excel. Data ini dikemudian dikirimkan secara berkala kepada Direktorat TP melalui sarana email. Data yang diterima oleh email tersebut kemudian diolah oleh Subdit Transformasi Sistem Aplikasi dengan menggunakan fasilitas macro, dengan menggunakan fasilitas macro ini akan terlihat isian data yang kurang tepat atau adanya data ganda, data seperti ini harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum dilakukan proses unggah ke dalam Aplikasi SPAN. (Achmad Ford)

Komentar

Microsoft Office excel

Microsoft Office excel menyediakan fasilitas macro, yang digunakan untuk membuat dan atau merekam perintah dengan menggunakan bahasa VBA (Visual Basic for Application).VBA sendiri merupakan jadwal sholat turunan dari bahasa pemrograman VB (Visual Basic). VBA berbeda dengan VB, dimana VB menyediakan kompleksitas pemrograman yang lebih kompleks sehingga dapat menghasilkan aplikasi yang dapat dijalankan pada Sistem Operasi Windows, sedangkan VBA hanya dapat digunakan pada Microsoft Office untuk memerintahkan aplikasi dimaksud melakukan serangkaian obyek terprogram. VBA pertama kali dirilis pada tahun 1993 dan versi terakhir adalah versi 7 yang dirilis bersamaan dengan Microsoft Office 2010.

Dalam menggunakan macro ini, pengguna dapat menuliskan kode perintah secara langsung dengan menggunakan Visual Basic Editor (VBE), yang terdiri dari jendela untuk menuliskan kode perintah, kode debugging, dan monitor yang berkaitan dengan aplikasi. Dengan doa qunut menggunakan macro ini pengguna dapat mengotomasi tugas-tugas seperti format, pengelompokan data dan melakukan proses perhitungan matematika kemudian mengembalikan hasilnya kembali ke spreadsheet.

SP2D

Sp2d satker Dinas Pendidikan Prov Sulawesi Selatan